• Sabtu, 4 Desember 2021

Mobil Banyak Menganggur Karena PPKM Tetap Wajib Ganti Oli?

- Selasa, 7 September 2021 | 12:00 WIB
Servis Mobil
Servis Mobil


OTONETTERS - Aturan PPKM membatasi aktivitas masyarakat sehingga mobil jarang digunakan, bahkan parkir lama di garasi rumah. Ternyata situasi ini membawa dampak negatif pada oli mesin.

Karena tak jarang pemilik mobil segan atau lupa merawat kendaraannya, terutama mengenai pergantian oli mesin.

Pasalnya, meskipun kendaraan bermotor tidak dipakai dalam jangka waktu lama, tapi cairan tersebut tetap wajib diganti.

“Mobil yang jarang dipakai untuk beraktivitas saat pelaksanaan aturan PPKM beberapa bulan ini tetap harus diganti olinya," terang Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000.

Baca Juga: Pentingnya Ketahui Fungsi Oli Mesin, Mirip Darah Di Mobil

Menurutnya mengganti oli mesin tidak bisa diabaikan mengingat fungsi dari pelumas yang sangat vital dan risiko masalah kalau sampai alpa menggantinya sesuai aturan.

Dampak Buruk Tidak Mengganti Oli Mesin

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah.

Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin selain membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang.

Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Baca Juga: PPKM Lanjut, Crowd Free Night Di Terapkan

Meskipun demikian, membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai saat PPKM juga tidak tepat.

Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

Baca Juga: GV60 2022 adalah Mobil Listrik Pertama dari Genesis

Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah.

Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu dalam radar pengawasan, minimal disarankan untuk menggantinya waktu servis berkala setiap 6 bulan.(*)

Editor: Takumi

Tags

Terkini

kode Error P0135 Pada Gran Max

Rabu, 3 November 2021 | 23:33 WIB

P0301 Avanza

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:19 WIB

Ini 5 Cara Membawa Sepeda Di Mobil Yang Aman

Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Kenapa Dilarang Merokok di Dalam Mobil?

Senin, 13 September 2021 | 17:00 WIB

Moge bekas - paper atau bodong

Jumat, 3 September 2021 | 21:49 WIB

Tips membeli moge bekas bagi pemula

Jumat, 3 September 2021 | 19:18 WIB

Moge bekas - dimana yang jual?

Jumat, 3 September 2021 | 17:11 WIB

Moge Bekas - moge jenis apa yang harus dipilih?

Jumat, 3 September 2021 | 13:46 WIB

Terpopuler

X